
Saya mendapat kabar bahwa di Pontianak muncul sebuah bentuk dari Matahari yg sangat aneh. Di katakan bahwa di sekitar matahari tersebut terdapat cahaya yg berwarna-warni. Namun setelah saya selidiki dari sumber yg sebenarnya, ternyata cahaya tersebut hanyalah salah satu dari fenomena alam yg biasa terjadi. Fenomena tersebut di sebut dengan Hallo Matahari.
Hallo adalah sinar yg mengelilingi matahari yg muncul di sebabkan pembiasan cahaya. Sama seperti halnya dengan pelangi. Namun Hallo muncul karena teriknya matahari, yg menyebabkan pembiasan cahaya di sekitarnya. Sehingga membuat orang yg melihatnya seakan2 melingkari dan melindungi matahari.
Dan, saat ini saya juga mendengar beberapa sumber yg menyebutkan bahwa telah muncul anak matahari pada tanggal 18 Agustus 2010. Saya pun tertarik untuk menyingkap, apa yg sebenarnya terlihat. Kalaupun memang benar itu adalah sebuah matahari, mengapa baru saat ini di ketahui oleh manusia dan mengapa NASA, tidak pernah mengetahuinya.
Setelah saya selidiki, NASA sempat mempublikasikan video peristiwa tersebut. Namun, beberapa menit kemudian, mereka menarik kembali video tersebut, dan mengkonfirmasi bahwa cahaya yg terlihat di sekitar Matahari tersebut adalah kesalahan dari peralatan NASA. Sehingga memunculkan sebuah cahaya. Sangat miris terdengar, karna jika di lihat, tidak seperti yg di publikasikan.
Namun ada beberapa sumber yg menyebutkan bahwa cahaya tersebut bukanlah Matahari ataupun yg di sebutkan saat ini adalah “Anak Matahari”. Sumber itu menyebutkan bahwa yg terlihat adalah sebuah UFO yg sebesar Planet Bumi.
Menurut seorang pengamat mengatakan bahwa UFO tersebut “tampaknya sedang bergerak, karena dalam sejumlah foto video NASA, mereka berada di lokasi yang berbeda, benda-benda terbang ini sangat besar, yang terkecil mungkin sebesar planet bumi.
Jika UFO ini adalah planet atau asteroid yang lebih besar dari komet, maka seharusnya sama seperti dengan kejadian komet yang baru-baru ini terjadi, seharusnya telah ditarik oleh gaya gravitasi matahari yang sangat kuat. “Fisikawan kuantum Nassim Haramein juga menolak dugaan itu adalah komet, dia berkata jika itu adalah sebuah komet, maka komet sebesar itu seharusnya kita dapat dengan jelas melihat ekor kometnya.
No comments:
Post a Comment